Saat memikirkan kisah 2018 saya merasa sedang mencari jati diri saya.
Berkelana dan menggembara untuk mencari apa yang sebenarnya saya inginkan.
Disamping itu banyak kisah pertemanan yang terjadi di tahun ini. Saya akan menuliskan
semua ingatan saya ditemani lagu yang membuat saya merasa seperti ada dimasa
itu lagi.
Bel sekolah sudah mulai berdering menandakan pergantian jam sudah
berganti. Tidak terasa sudah dua tahun saya berada disini, di tempat yang tidak
pernah saya bayangkan bersama teman-teman yang sudah saya anggap seperti
saudara karena selalu menjalani hari bersama. Bahkan dibanding dengan adik-adik
saya pada saat itu saya lebih sering berbincang dengan teman saya. Seperti
biasa kami berbincang dan kadang bahkan membicarakan hal yang diluar nalar
tetapi saya merasa bahagia bisa merasakan pertemanan seperti saudara melakukan
hal gila tanpa harus malu tentang apapun. Saat itu saya ada dalam masa terburuk
dimana wajah saya benar-benar mengalami kerusakan yang cukup parah. Ya setalh
ditinggal saya merasa saya harus berpenampilan cantik tetapi yang saya dapatkan
hanyalah muka yang mengalami kerusakkan dan itu berhasil membuat saya merasa
sangat malu dan insecure butuh sekitar 3 tahun untuk membuat keadaan muka saya
lebih baik. Mereka semua tetap mendukung dan menemani saya bahkan membantu saya
(saya benar-benar berterima kasih untuk itu). Tahun ini juga tahun penuh arti
karena saya berteman dengan teman baru yang sebelumnya tidak terlalu dekat di
kelas 10 lalu karena kelas 11 kelas kembali dipisah kami bertemu dan akrab.
Pada tahun itu juga pertama kali kami pergi bersama dengan teman baru,
sebelumnya saya juga sudah sering pergi dengan yang lain tetapi ini pertama
kalinya pergi dengan mereka maka dari itu saya cukup menantikannya. Seperti
pada saat saya ke Museum yang ada di Jakarta, atau mencari buku di kawasan
Senen hahahaha masih banyak lagi keseruan yang saya alami bersama kawan lama
dan teman baru^^.
Waktu bergulir dengan cepat tanpa sadar kami ber-10 sudah mulai seperti
saudara hingga suatu hari ada kejadian yang bisa dibilang cukup mencekam.
Terjadi perselisihan antara satu teman dan beberapa dari kami. Saya tidak bisa
menceritakan ceritanya karena saya pikir ini adalah privasi kami dan akhirnya
dia memutuskan untuk tidak berteman dengan kami lagi. Setelah saya sadari
sebenarnya kami semua salah tidak ada yang benar. Saya dan yang lain terlalu
terbawa emosi untuk masalah kecil dan teman saya terlalu keras kepala untuk
mengakui kesalahannya. Jika saya bisa kembali ke waktu tersebut mungkin saya
akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan emosi dan tidak akan membiarkan
teman yang lain tersulut juga. Saya minta maaf untuk itu. Akhirnya teman-teman
saya dan dia harus merasakan situasi canggung padahal dulunya kita tertawa
bersama. Tetapi saya ingin berterimakasih karena dia tetap datang untuk
merayakan ulang tahun saya meskipun dia sebenarnya bisa saja tidak datang.
Banyak hal yang saya sesali seharusnya saya bisa menjadi penengah saat itu.
Dibalik itu semua, hidup terus berlanjut dan kami menjalani hidup baru
kami dengan lebih bahagia dan tidak ada lagi rasa sakit. Kami bahkan pergi
bersama ke Daerah Jawa Timur untuk melakukan Field Study. Kami memiliki banyak
moment bersama saat itu, dan ada juga moment dimana saya berfoto ditempat yang
sama dengan dia(2016-2017) hahaha sudahlah saya tidak ingin menceritakan bagian
itu. Kami banyak pergi keberbagai tempat dan bahkan sering bolos kegiatan
sekolah bersama. Banyak moment yang bahkan tidak bisa saya ingat karena saya
benar-benar merasakan moment anak SMA yang sedikit nakal hahahahha. Moment yang
special lainnya saya menikmati ulang tahun saya yang ke-17 bersama mereka di
kereta perjalanan pulang Field Trip. Kita semua memang anak yang berani
melanggar peraturan tetapi kami bukan anak yang nakal ya. Kita hanya melanggar pertauran yang dibuat
oleh OSIS karena kami memang jengkel melihat gaya mereka hehehe. Tetapi kami
tidak berani melanggar peraturan sekolah karena kami masih ingin mendapatkan
masa depan yang cerah T.T. Kami juga banyak melakukan kegiatan kelas bersama
jika dipikir-pikir saya lebih menyukai kelas 11-12 dibanding kelas 10 yang
sedikit aneh..
Saya juga ingin mengakui sesuatu saya pernah melakukan hal gila untuk
mendapatkan mimpi saya. Saya benar-benar tergila-gila akan suatu hal pada saat
itu, saya rela melakukan apapun untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Saat itu saya baru saja pulang dari Study Field dan ada sebuah audisi **** yang
memang sudah saya inginkan untuk membuat kehidupan saya menjadi lebih baik.
Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti audisi tersebut di kawasan Bandung dan
saya terpaksa berbohong kepada ayah saya karena saya benar-benar menginginkan
itu T.T saya bolos sekolah dan pergi kesana tetapi akhirnya saya gagal TT memang tidak
ada yang berjalan mulus jika diawali dengan kebohongan saya harap tidak pernah
ada yang berbohong. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi ingin berbohong itu
adalah kebohongan pertama dan terakhir saya. maafkan saya ayah huhuhuhu.
Terimakasih ibu karena sudah membantu saya pada hari itu TT.
Saya pikir saya akan mengakhiri sesi ini. Tidak ada yang special di
tahun ini karena tahun ini adalah tahun dimana saya bersenang-senang dan
menjadi sedikit liar hahahaha. Saya menamai kisah ini Suavis Sedecim Esset yang
berarti Sweet Seventeen karena saya banyak mengalami kejadian dan pengalaman
seru diumur saya yang ke-17.
Banyak hal yang akan terjadi lebih dari yang kau bayangkan. Ambil semua
kesempatan yang ada dan jangan lupa untuk memberitahu orang tuamu siapa tahu
dia bisa membantu. Jika salah satu teman mu memutuskan untuk pergi biarkan
mereka pergi tetapi jangan pernah isi kekosongan itu sambut dia dengan ramah
ketika dia memutuskan untuk kembali, tidak ada manusia yang tidak pernah
berbuat kesalahan. Dibanding mengingat masa lalu yang buruk bukankah lebih baik
memaafkan dan belajar dari kesalahan? Rangkul dan katakan ‘maaf’ jika kalian
bersalah dan tetap katakana ‘maaf tidak bisa menjadi teman yang baik’ jika
memang dia bersalah, kenapa? Saya pernah mendengar ini “Hanya tangan teman yang
bisa mencabut duri dari temannya” siapa tahu temanmu itu butuh tangan teman
lain untuk dipegang. Memaafkan memang sulit tetapi saat kamu memutuskan
mengahpus semua kesalahannya mungkin itu akan sedikit lebih baik –harareveuse.
Comments
Post a Comment