Skip to main content

End to Start (2020)

2020 tahun yang seharusnya menjadi tahun yang penuh kebahagiaan bagi sebagaian manusia kini harus dijalani dengan kesedihan tiada akhir untuk semua manuasia. Diawal tahun yang seharusnya menjadi pergantian tahun yang dipenuhi kehangatan justru diawali dengan rasa sedih yang mendalam dimana terjadi bencana badai hujan dan banjir yang harus menewaskan ratusan manusia di Indonesia. Setelah ratusan jiwa sudah tertelan dan manusia kembali melangkah menjalani aktivitas mereka dengan suka cita, musuh tak terlihat datang dan menyerang jutaan manusia yang menyebabkan banyak nyawa berguguran. Semua aktivitas terhenti tidak ada lagi hiruk-pikuk dunia luar semua acara terpakasa ditunda bahkan terhenti karena nyawa yang akan menjadi bayarannya. Lagi-lagi dunia kembali berduka dan jutaan manusia harus menghadapi situasi ini dengan bertaruh nyawa.

Kegiatan ekonomi, pariwisata yang terhambat bahkan terhenti memberi pukulan tersendiri bagi setiap manusia. Banyak masyarakat yang harus berhenti dari pekerjaan mereka, usaha banyak yang harus di tutup dan lagi ribuan manusia harus kehilangan jiwa bukan karena wabah melainkan kelaparan dan kemiskinan yang diakibatkan wabah ini. Disaat manusia kalangan atas harus menepuk jidat karena kehilangan 10-50-70% profit mereka masyarakat kalangan bawah juga harus mempertaruhkan nyawa dengan virus agar tidak mati kelaparan. Banyak jiwa yang harus menjerit karena mereke terbunuh bukan karena virus melainkan ketidakmampuan mereka bertahan menangani virus ini.

2020 memberi kami banyak pelajaran. Pelajaran yang belum seharusnya kami dapatkan, rasa sakit dan penderitaan ini saya berharap dan berdoa dengan penuh harap agar di 2021 kita semua bisa bangkit dan kembali bahagia.

Di tahun 2020 ini sebelum pandemi menyerang Indonesia saya sempat belajar di KCC untuk belajar bahasa Korea di sana. Saya sangat senang bisa diajari langsung oleh 비비 ssaem yang sangat baik hati dan penuh semangat. Saya sedikit menyesal karena terlalu membebankan dia di akhir tes karena saya memang baru pertama kali mengikuti tes akhir tersebut TT. Setelah itu semua kegiatan saya harus terhenti karena pandemic ini, tidak banyak hal yang bisa saya lakukan saat ini jadi saya hanya bisa menulis dan mengingat kenangan lama yang sangat berharga bagi saya.

Semua rasa sakit ini akan terbayarkan dengan kebahagiaan yang tiada akhir bersabarlah

Comments

Popular posts from this blog

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha. Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perh...

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Prince and Fox

It was tuesday with blue skies and happy cloud showing themselves in joy. I was just trying to do my routine day as usual, but the sparkling joy come in the middle of the day. I was in a hurry with my prince and fox when I saw the bus. In my head I tought, I ran to the bus, but I never knew that the universe meant running to you. When we were in line, you got the call from Ali and your gentle voice sounded like music in my ear. Is she your girl? Have you had a someone? Even now, I still wonder before sleep. I stood beside you, The bus was full but it felt like they left space for us. I looked at your face by pretending to look outside the bus. I always fascinate by your affection. I just wanted to say that you suit that brown leader uniform. We held the bus holder like we hold our hopes. In the silence, you showed me your basketball on purple camera to adore me, but I've been since we met. I kept talking with myself but in my defense I just wanted to start a conversation with you. ...