Skip to main content

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha.


Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perhatian sedangkan saya hanyalah pasir yang terlihat sama di mata pengunjung. setiap pagi saya selalu datang pagi karena ayah harus berangkat kerja dan saat saya melewati kelasnya saya selalu melihat dia sudah datang dan bermain gitarnya saya sempat terheran kenapa dia selalu datang sangat pagi bahkan saya merasa saya sudah sangat pagi tetapi kenapa dia bisa datang lebih pagi. saat itu saya harus sendirian di kelas karena saya adalah orang pertama yang datang di kelas saya. kadang-kadang dia suka keluar untuk melihat lapangan dari lorong lantai tiga kelas saya dan dia. Saat saya tidak tahu harus melakukan apa saya bisa melihatnya dari belakang dan berpura-pura main handphone jika dia melihat kebelakang. kadang ketika saya sampai dia sedang bermain basket dilapangan sekolah dan saya hanya bisa pura-pura tidak melihat dan ketika saya di lantai tiga saya akan pura-pura melihat sekitar tetapi sejujurnya saya ingin melihat dia bermain basket. 

Saya cukup sadar diri karena saya bukanlah perempuan yang cantik, saya bahkan mengalami masa-masa terparah ketika muka saya harus hancur karena salah satu produk kecantikkan. Saya juga tidak menarik ataupun pintar. Saya hanya ingin melihat dia ketika saya memasukki gerbang sekolah saya selalu menunggu di depan jendela kelas yang menghadap keluar jalan ketika tiba-tiba dia datang terlambat. Saya tidak mempunyai banyak teman maka dari itu ketika dia tidak masuk saya akan berlari ke ruang piket dan melihat absensi hahaha saya tidak tahu apakah itu rasa kagum, suka atau cinta. Pernah pada suatu hari saat class meeting saya menggunakan sepatu yang sebenarnya tidak boleh digunakkan, padahal kalo dilihat lihat banyak senior yang memakai sepatu bebas dan mereka santai saja. Waktu itu dia sudah menjadi anggota OSIS / babunya sekolah kata orang-orang, dia menjaga di pintu depan gerbang untuk memastikan bahwa seluruh siswa/i berpakaian dengan benar. Seperti yang saya bilang saya bukanlah siswa teladan ataupun pintar tetapi sebisa mungkin saya menaati peraturan sekolah tetapi kadang-kadang saya berfikiran kalau aturan itu ada untuk dilanggar maka dari itu saat tidak ada pelajaran kelas saya memutuskan untuk melanggar peraturan tersebut. Saya berjalan menuju gerbang setelah mencium tangan ayah (anak yang terlihat sangat berbkati padahal aslinya) nah kebetulan dia yang menjaga pintu gerbang tersebut dan dengan santai saya berjalan menggunakan sepatu hijau biru yang seharusnya tidak boleh di gunakkan, dia menatap saya tetapi dia bukan menatap mata saya melainkan sepatu saya yang berwana terlalu cerah tersebut disana juga ada senior tetapi anehnya dia tahu saya melakukan kesalahan tetapi dia tidak menegur saya, saya juga sejujurnya malu dan panik tetapi saya harus tetap terlihat cool dan menjaga harga diri saya. Akhirnya saya dibiarkan begitu saja. saya jalan melewati lorong sekolah untuk duduk dipinggiran lapangan dan tiba-tiba dia datang menghampiri saya. Sejujurnya saya sangat kaget dan saya tahu kalau dia mau datang tetapi saya memilih pura-pura tidak melihat.dan terus menatap layar handphone yang bahkan tidak jelas apa yang saya lihat. Dia menghampiri saya yang sedang duduk dan kemudian dia sedikit berlutut saya mulai gugup jujur namun saya terus menatap handphone. Dia dengan sopan berkata "Permisi" dengan sigap saya langsung menoleh dan melihat padahal saya tahu dia ada disana  saya menjawab "Ya kenapa ya?" bayangan saya dia akan mengatakan hal yang sangat indah tetapi ternyata dia mengatakkan "Itu maaf, sepatunya boleh dilepas ga? Sama kaos kakinya sebelumnya maaf banget ya." Kata-kata yang sudah hampir 4 tahun membekas dipikiran saya. Entah apa yang harus saya katakan pada saat itu, saya sangat malu, marah, dan jengkel. Pada saat itu teman-teman saya belum ada yang datang karena memang saya datang pagi untungnya belum ada kaka kelas yang melihat. Karena saya sudah merasakan malu saya hanya bisa pasrah "Iya oke" lalu saya pikir dia akan pergi tetapi ternyata dia tidak pergi dan menunggu saya membuka sepatu itu!!!!! okay akhirnya saya melepas sepatu dan kaos kaki saya dan dengan jengkel saya berkata "TUH UDAH YA" dan dia pergi dan berkata "Iya, lain kali jangan diulang ya" dan saat dia pergi saya memakai kembali sepatu saya. Sebenarnaya saya sudah sering berpapasan dengan dia saat di depan gerbang dan hanya saya pada saat itu tidak ditanya tentang perlengkapan saya dibiarkan pergi begitu saja jadi saya kira dia akan melakukan hal yang sama oh tidak dia memang melakukan hal yang sama tetapi dia mengejutkkan saya dengan menghampiri saya untuk mempermalukkan saya T.T. Saat itu saya jarang bertemu dengan dia karena dia sibuk dengan kegiatannya dan saya sibuk dengan dunia saya bersama teman-teman. Anehnya rasa tersebut masih ada dan saya terus memimpikkannya di mimpi saya sungguh jika diingat-ingat sedikit menggelikan. 

Hari dan hari sudah berlalu dan saya masih bersama teman-teman saya. Saya mulai jarang melihat dia saat itu saya pernah melihat dia tidak masuk selama tiga hari dengan keterangan sakit. Saya bisa mengerti kenapa dia bisa sakit karena ya dia sibuk dengan kepanitiaanya dia juga harus berlatih basket dan dia mendapatkkan Ranking 1 di kelasnya jadi sudah terbayang sekeras apa hidupnya selama ini. Pada saat itu saya akhirnya bisa melihat dia lagi saat saya berjalan menuju kegiatan keputrian keagamaan Islam dia bersiap untuk melaksanakan kegiatan Agamanya. Senang rasanya bisa melihat dia lagi namun saya dengan mantap ingin mencoba melupakkan perasaan bodoh dan aneh ini karena saya dan dia tidak mungkin bersama, dan Allah membantu saya untuk hal itu.

Setelah sekian lama setelah musim liburan saya kembali masuk dan setelah sekian lama saya melihat dia sama seperti saat-saat saya mulai menyukainya sudah sangat lama dia tidak duduk sendirian dikelas sambil memainkan gitar saat saya melewati kelas dia. Dia terlihat cerah dan saya mulai melupakan tekad saya lagi jujur selam liburan saya sedikit merindukan dia (Sungguh saya mengetik ini sambil merinding) saya juga saat itu sangat menunggu-nunggu moment masuk sekolah karena ingin melihat dia!!!!! dan semua rasa itu terbyarkan dengan keadaan seperti saat saya pertama kali suka padanya. Saya melirik kearah kelasnya dan langsung berjalan dengan rasa gembira dan senang. Saat sedang ingin duduk dan memainkan handphone dia keluar dan menatap keadaan lapangan dari koridor saya merasa senang bahkan hanya dengan melihat punggungnya saja hahaha rasa suka ternyata memang sedikit menggelikan ya. Saya hanya pura-pura tidak melihat dan terus bermain handphone saya. Saat pelajaran berlangsung di kelas dia sedang ada free class semua anak dikelasnya berhamburan keluar dan dia juga keluar membawa gitar andalannya. Dia biasanya memainkannya hanya di dalam kelas tetapi dia memainkannya di depan kelas saya bahkan di barisan meja saya jika dari luar. Dia bernyanyi bersama teman-temanya dengan penuh sukacita. Saya juga sedang bermain bersama teman saya dan bercanda karena gurunya pergi setelah memberikan tugas dan saya sudah selesai mengerjakan. Saya tidak ingin bersikap percaya diri tetapi saat sedang bermain saya sempat melirik dia tetapi dia juga sedang menatap saya itu bahkan tidak terjadi sekali tetapi berkali-kali!!!!!! (Saat itu saya merasa seperti yuk kita pilih baju buat nikahan karena dinotice dia). Saya tidak ingin terus merasa percaya diri dan akhirnya saya memtuskan untuk keluar dan pergi ke kamar mandi bersama dengan teman saya dan melewati dia yang sedang bermain gitar. Rasa gugup, malu satu menjadi satu. Di lantai bawah setelah pergi ke toilet saya mendengar di ruang kesiswaan ayahnya dia datang. Jujur saat itu saya sedikit takut tetapi saya tidak tahu ketakutan apa yang saya alami. Saya mendengar temanya memanggil nama dia dan memberi tahu ayahnya datang dia terlihat terburu-buru dan langsung pergi. Saya melihat kepergiannya dan siapa sangka itu adalah hari terakhir saya melihat dia. Dia harus pergi pindah ke sekolah lain. Saya mengetahui itu dari teman dekat saya yang mempunyai teman di kelas sebelah. Saya pikir dia sakit tetapi setelah seminggu saya menyadari bahwa dia pergi. Ada beberapa fakta menarik seharusnya saya juga harus pindah ke sekolah lain tetapi saya menolak dan ingin tetap disana karena saya ingin terus melihat dia. Ternyata dia meninggalkan saya duluan TT.TT. 

Sebenarnya masih banyak moment yang  menarik tetapi saya akan biarkan itu menjadi kenangan saya sendiri dan tidak untuk diplubikasikan. yah itulah Favorite Moment saya selama tahun 2016-2017 ya bisa dibilang saya tidak terlalu beruntung dengan kisah percintaan tetapi saya beruntung mempunyai teman yang sangat baik kepada saya.

Comments

Popular posts from this blog

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Prince and Fox

It was tuesday with blue skies and happy cloud showing themselves in joy. I was just trying to do my routine day as usual, but the sparkling joy come in the middle of the day. I was in a hurry with my prince and fox when I saw the bus. In my head I tought, I ran to the bus, but I never knew that the universe meant running to you. When we were in line, you got the call from Ali and your gentle voice sounded like music in my ear. Is she your girl? Have you had a someone? Even now, I still wonder before sleep. I stood beside you, The bus was full but it felt like they left space for us. I looked at your face by pretending to look outside the bus. I always fascinate by your affection. I just wanted to say that you suit that brown leader uniform. We held the bus holder like we hold our hopes. In the silence, you showed me your basketball on purple camera to adore me, but I've been since we met. I kept talking with myself but in my defense I just wanted to start a conversation with you. ...