Skip to main content

Dasi Kkumkugi (2019)

Saat saya menulis ini tidak terasa 2020 akan segera berakhir dan tergantikan oleh 2021 yang penuh dengan harapan. saya harap 2020 bisa memberika banyak kenangan kepada seluruh manusia dan di 2021 semua umat manusia bisa hidup dengan sukacita. 2019 merupakan perjalanan terakhir saya di SMA saya menamai kisah ini dengan nama "Dasi Kkumkugi"

2019 adalah langkah terakhir bagi saya tak terasa saya sudah menginjak kelas tiga SMA hari-hari yang dulu tampak menyenangkan dan dipenuhi rasa tawa kini harus lenyap seketika semua itu harus tergantikan dengan perasaan yang sama saat tiga tahun yang lalu saya mengejar mimpi kecil saya. Di akhir perjalanan ini saya memutuskan untuk melangkah ke awal baru menuju pendidikan tertinggi Universitas. Rasa takut untuk menghadapi kegagalan kembali datang dan berhasil membuat hidup saya dipenuhi rasa takut lagi. Namun rasa takut itu sedikit berkurang karena saya mempunyai teman yang berjuang bersama-sama untuk menggapai mimpi kami menuju Universitas. Saya mencoba memilih masa depan sesuai dengan keinginan saya dan menempatkannya diposisi yang bisa saya gapai. saat itu saya memilih Universitas tingkat 2 dengan jurusan Hubungan Internasional karena saya sangat menyukai hal yang berbau internasional dan ingin terus mengambil langkah di dunia Internasional dan alasan saya memilih Universitas tingkat 2 karena sekolah saya bukanlah sekolah yang mempunyai latar belakang siswa-siswi yang masuk Universitas tingkat 1. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba nasib saya memasuki univeritas tingkat 2 pada jalur Invitation. Saya tidak hanya mempersiapkan nilai tetapi juga mempersiapkan ilmu untuk memasuki universitas melalui jalur test. saya dan teman saya kami semua belajar dan berjuang bersama untuk mewudukan impian kami dan saya sangat beruntung karena saya bisa berteman dengan mereka.

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan akhirnya saya dihadapkan dengan pengumuman hasil Invitation dan hasil yang saya dapatkan adalah garis merah yang menandakan kegagalan. jujur pada saat itu saya memang tidak begitu mengharapkan jalur tersebut karena beberapa alasan. Tetapi ada satu hal yang membuat saya sedih lagi dan lagi saya harus membuat orang-orang yang mengharapkan keberhasilan saya kecewa. Seperti orang tua, adik dan keluarga saya yang lain. Saya sempat bertanya kepada diri saya apa yang salah dengan saya sehingga saya selalu gagal disaat perjuangan akhir. Saya selalu berhasil melakukan perjalanan awal dan berusaha keras mempersiapkan perang akhir tetapi kenapa saya selalu gagal saat menerima hasilnya? pertanyaan ini masih bisa terjawab bahkan hingga detik ini. Setelah merasa sedikit kecewa saya merasa berhutang dan harus membayarnya di kesempatan terakhir dengan akhir yang memuaskan. tetapi disaat perjuangan terakhir pun yang saya dapatkan hanyalah garis merah. saya benar-benar marah dengan diri saya dan bahkan sempat ingin menyerah dengan kehidupan namun saya tetap memiliki perasaan ingin tahu apa yang sebenarnya salah dibalik kegagalan yang selalu saya alami. Saya memutuskan untuk mengistirahatkan diri saya dari kegiatan belajar selama satu tahun dan benar-benar mencari apa yang sebenarnya saya inginkan.

Saya mencoba berbagai hal baru di 2019 seperti melamar sebuah pekerjaan yang sempat di tentang oleh ayah saya atau mencoba mengikuti kegiatan volunteer pemerintahan dan mendaftar beasiswa luar negeri yang berujung kegagalan (lagi). Saya sangat menikmati waktu-waktu tersebut karena saya bisa merasakan hal baru dan menantang diri untuk keluar dari zona nyaman saya.

Kegagalan yang selalu dihadapi membuat saya mengerti bahwa ada proses yang salah di saat saya melakukan prosesnya. saya ingin terus berjuang menghadapi masa depan meskipun harus dihadapi dengan rasa sakit karena saya yakin semua rasa sakit tersebut akan terganti oleh kebahagiaan tiada akhir.

Dasi Kkumkugi diambil dari Bahasa Korea yang berarti Kembali Bermimpi, saya kembali memutuskan untuk mengejar mimpi dan memahami arti hidup tidak lupa untuk terus bersyukur dengan apa yang saya punya.

Semua rasa sakit yang telah dihadapi akan tergantikan dengan rasa bahagia tiada akhir jika kita mau terus mencari dan berjuang untuk mendapatkkan kebahagiaan tersebut -harareveuse 

Comments

Popular posts from this blog

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha. Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perh...

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Prince and Fox

It was tuesday with blue skies and happy cloud showing themselves in joy. I was just trying to do my routine day as usual, but the sparkling joy come in the middle of the day. I was in a hurry with my prince and fox when I saw the bus. In my head I tought, I ran to the bus, but I never knew that the universe meant running to you. When we were in line, you got the call from Ali and your gentle voice sounded like music in my ear. Is she your girl? Have you had a someone? Even now, I still wonder before sleep. I stood beside you, The bus was full but it felt like they left space for us. I looked at your face by pretending to look outside the bus. I always fascinate by your affection. I just wanted to say that you suit that brown leader uniform. We held the bus holder like we hold our hopes. In the silence, you showed me your basketball on purple camera to adore me, but I've been since we met. I kept talking with myself but in my defense I just wanted to start a conversation with you. ...