생일축하합니다…. Happy Birthday…. Selamat Ulang Tahun
Tidak terasa umur sudah semakin dekat dengan kematian, padahal rasanya baru kemarin saya menangis karena menginkan mainan yang sedang popular kala itu… Saat itu yang saya ketahui hanyalah bermain, makan dan menikmati hidup bebas tanpa beban. Saat umur semakin bertambah semakin banyak realita yang harus kita hadapi, seperti kenyataan bahwa kehidupan yang kita jalani tidak sesuai dengan buku dongeng yang kita baca. Semua mimpi-mimpi masa kecil yang begitu indah harus ditampar dengan realita bahwa kita tidak masuk dalam kriteria tersebut, membuat kita harus berjuang dengan tumpah darah supaya bisa mengambilnya. Banyak anak dewasa yang merindukan masa kecil mereka, saya pun begitu. Saya ingin kembali ke masa kecil di mana saya bisa bermain boneka dan meng-imajinasikan dunia yang saya inginkan tanpa perlu khawatir tentang masa depan yang jalannya begitu berat dan gelap. Jalan menuju dewasa yang saya hadapi saat ini sangat gelap karena saya tidak mempersiapkan lilin untuk menerangi saya menyelusuri masa depan, langkah kaki saya pun juga terasa berat saat menyusuri perjalanan ini karena saya takut akan kegelapan yang akan menanti saya. Tidak ada cara yang bisa di lakukan, kalau saya memilih mundur saya juga harus merasakan kegelapan dan menyia-nyiakan tenaga yang sudah saya keluarkan selama perjalanan ini, saya hanya bisa maju dan saya harus maju untuk bisa menembus kegelapan dan keluar dari sini. Saya sempat ingin berhenti dan menyerah karena saya tidak kunjung melihat sinar yang menandakan saya sudah terbebas dari perjalanan gelap ini, tetapi saat memutuskan untuk menyerah saya memenjamkan mata dan berkata bagaimana kalau saya coba sebentar lagi. Akhirnya, saya bisa menemukan cahaya dan bebas dari kegelapan perjalanan yang cukup menantang dan menyeramkan, tanpa saya sadari kini saya sudah beranjak dewasa setelah melalui perjalanan 20 tahun kehidupan. Saat saya keluar dari kegelapan, saya pikir perjalanan saya sudah selesai ternyata itu semua hanyak awal dari perjalanan sesungguhnya. Dari kejauhan saya melihat sebuah istana yang katanya akan menjadi rumah saya jika saya berhasil melewati rintangan ini (perjalanan awal dari kedewasaan). Kini saya tidak sendiri, saya melihat banyak orang tetapi itu bukan berarti kita semua akan bersama-sama selamanya. Pada akhirnya meskipun saya berkenalan dengan orang-orang tersebut mereka belum tentu memiliki tujuan rumah yang sama dengan saya karena mereka memiliki istana mereka sendiri yang membuat saya sadar selama apapun kita mengenal mereka akhirnya kita tidak akan bisa bersama karena kita memiliki tujuan yang berbeda dari perjalanan ini. Setelah bersama-sama menyusuri perjalanan saya harus berpisah dengan orang-orang tersebut di sebuah perbatasan, mereka semua memiliki arah dan tujuan mereka masing-masing untuk mencapai puncak mereka dan akhirnya perpisahan lah yang akan menjadi pemenang dan kesendirian akan terus abadi. Tetapi itu bukan berarti saya akan melupakan mereka karena saat sebelum berpisah kami sudah berjanji kalau kami akan bertemu lagi dan menceritakan perjalanan kami saat terpisah meskipun tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat berpisah saya juga banyak bertemu orang-orang baru yang ternyata memiliki tujuan yang sama dengan saya, namun sayang godaan, rintangan dan halangan semakin kuat untuk sampai kepuncak dan beberapa orang diantaranya tidak sanggup menahan godaan dan rintangan tersebut. Saya mengerti kenapa mereka tidak tahan mungkin mereka terbuai dengan kenikmatan sesaat yang di tawarkan sang pemilik dan mereka tidak sadar jika tawaran tersebut akan menjadi boomerang untuk mereka jika tidak menggunakan kesempatan tersebut dengan bijak. Saya sadar jika sang pemilik datang untuk memberikan bantuan bukan berarti saya harus menolak dan membiarkan diri saya jatuh pingsan karena tidak kuat melanjutkan perjalanan, tetapi ketika saya mengambil bantuan tersebut saya harus menggunakannya dengan bijak agar tidak terbuai dengan kenikmatan sesaat yang akan menghancurkan perjalanan saya untuk mendapatkan istana yang pemilik telah janjikan kepada saya. Saya masih menyusuri perjalanan ini dan saya belum selesai melewati semua rintangan yang di berikan sang pemilik karena ini baru lah awal dari perjalanan saya. Pada dasarnya semua orang di berikan kenikmatan yang setara oleh sang pemilik. Semua orang di janjikan hal yang sama/setara oleh sang pemilik, tetapi sang pemilik membagi semua itu dengan cara yang berbeda-beda ada yang akan langsung mendapatkannya, ada juga orang yang harus bersusah payah untuk bisa meraihnya. Saya lebih memilih untuk mendapatkannya dengan susah payah supaya saya bisa merasakan perjalanan ini karena tanpa saya sadari melalui perjalanan ini saya mendapatkan pengalaman, bertemu orang-orang baru dan bisa merasakan suasana berjuang yang sangat saya hargai dan akan terus saya ingat pengalaman ketika saya menyerah, terjatuh, bangkit dan maju kedepan untuk melihat akhir dari semua perjalanan ini dan pada nyatanya yang akan kita ingat saat kita telah sampai di puncak tersebut hanyalah perjuangan dan masa-masa dimana kita bisa meraih semua itu. Saya tidak sabar untuk terus maju dan terus berjuang.
Terima kasih untuk kehidupan dan terima kasih untuk mimpi-harareveuse.
Comments
Post a Comment