Selamat menjalankan
ibadah puasa bagi yang menjalankan
Happy Fasting may
Allah always bless you with all His bless.
Tidak terasa Ramadan
ini sudah menjadi ramadan yang 20 untuk saya. Setiap tahun di bulan Ramadan
selalu banyak hikmah yang bisa saya dapatkan. Sayangnya di Ramadan tahun ini
dan seterusnya saya tidak bisa lagi bertemu dengan seseorang yang selalu saya
tunggu saat Ramadan selesai, yaitu nenek saya. Dia telah berpulang dan melepas
semua sakitnya pada tanggal 5 bulan Febuari tahun 2021 ini. Saya harap nenek
dan kakek saya bisa selalu mendapatkan keberkahan-Mu Aamiin. Saya tiba-tiba
teringat akan Ramadan pada zaman saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada saat
itu, saya sering sekali pergi ke masjid bersama salah satu sahabat saya kita
selalu pergi melaksanakan shalat tarawih bersama. Karena keterbatasan teknologi
pada saat tersebut saya hanya menggunakan SMS untuk memastikan apakah teman
saya akan tarawih atau tidak. Rumah saya saat itu sangat dekat jaraknya dari
masjid mungkin sekitar 5 blok rumah, jadi saya mendapatkan tugas untuk
mem-booking tempat agar tidak mendapatkan tempat yang panas. tempat favorit
saya dan teman saya adalah di luar area masjid karena pada saat ceramah kami
suka pergi untuk jajan dan tidak mendengarkan ceramahnya (CONTOH PERBUATAN
TIDAK BAIK JANGAN DI TIRU). Terkadang kami juga bermain bersama anak laki-laki
saat mereka menyalakan petasan (CONTOH PERBUATAN TIDAK BAIK JANGAN DI TIRU).
Jujur saya sangat merindukan hal itu dan saya ingin kembali ke masa dulu dimana
saya bisa bebas tertawa dan bermain dengan teman saya tanpa perlu ada
drama-drama yang menyebalkan yang bisa membuat pertemanan kita putus. Ini
membuat saya sadar jika semakin dewasa saya kita akan semakin menganggap semua
hal kecil menjadi hal yang besar.
Baiklah saya akan kembali ke topic awal. Saya sangat menikmati setiap moment Ramadan, saya sudah menjalankan 20 kali Ramadan di tiga tempat yang berbeda. Tempat pertama saya menjalankan Puasa dan Ramadan di rumah lama di kawasan Bekasi Barat, saat itu saya mungkin masih berumur 6 tahun dan ingatan saya sudah mulai memudar akan hal itu. Tempat kedua yaitu saat saya pindah ke kawasan Bekasi Selatan. Ayah saya membeli rumah di kawasan yang tidak terlalu jauh dari tempat pertama. Disana saya mendapatkan banyak sekali teman dan menghabiskan waktu untuk bermain setiap sore saya akan pergi ke lapangan untuk bermain dan bercerita. Di tempat ini juga saya melalui semua kenangan baik dan buruk. Apa arti pertemanan saya mendapatkannya dari tempat ini, bahkan saya masih berkontak dengan teman SD saya ( Di tempat pertama saya juga mendapatakan kenangan yang tak terlupakan dengan sahabat masa kecil saya yang membuat hidup saya berwarna). Pada saat Ied
Mubarak di tempat kedua ini saya merasakan
kehidupan individualism karena saya hidup di lingkungan komplek yang
benar-benar tertutup. Tidak ada tetangga yang datang dang berkunjung ke rumah
saya hanya merayakan Ied Mubarak di rumah bersama keluarga saya, namun
perubahan yang sangat drastic terlihat pada saat saya merayakan lebaran di
tempat ketiga atau tempat di mana sekarang saya tinggal saat menulis tulisan
ini. Saya baru pertama kali merayakan Ied Mubarak di tempat ini pada lebarang
tahun 2020 karena sebelum-sebelumnya saya selalu merayakan di rumah nenek dari
ayah saya. Saat itu saya pendatang dari tempat lain jadi saya harus berjalan
dan menyusuri setiap rumah untuk bermaaf-maafan. Ada suatu perasaan yang tidak
bisa saya jelaskan, perasaan keluarga (?) yang ada di suatu lingkungan. Mereka
tidak melupakan tradisi meskipun saat itu kondisi tidak memungkinkan karena
adanya corona. Sekarang di umur saya yang besok akan menginjak 20 tahun dan
sedang menjalani lebaran yang ke dua puluh saya masih belum tahu masa apa yang
akan saya lewatkan dalam lebaran kali ini. Saya harap semua orang selalu
mendapatkan kebahagiaan dan suka cita agar bisa menghadapi Ramadan tahun ini
dengan bahagi. Allah bless you.
Comments
Post a Comment