Skip to main content

Xayolparast (2015)

 

Saat saya menulis blog ini saya mendengarkan lagu Gotta Be a Reason by Alec Benjamin. Sudah sejak lama saya sangat menyukai Alec Benjamin, pertama kali saya mendengar lagunya yang berjudul If we Have Each other saya langsung jatuh hati dengan suaranya, liriknya yang memberi motivasi dan lagu-langunya yang sangat-sangat inspiratif. Lelaki ini berhasil membuat saya jatuh hati dengan suaranya dan merasa kagum kepadanya  karena bisa membuat lagu inspiratif dan memiliki melodi yang sangat indah. Alec Benjamin saya adalah fans berat anda. Saya tahu anda tidak mungkin melihat ini, tetapi jika anda lihat izinkan saya mengatakan hal ini. ANDA LUAR BIASA DAN SANGAT HEBAT!!!

Dalam Xayolparast saya akan membagikan sebuah kisah saya tentang rencana yang saya buat untuk menata masa depan, dan saat iu saya menyadari bahwa saya adalah seorang Xayolparast.

Saat itu saya sedang berada di rumah nenek saya. saya bertemu keluarga besar serta saudara-saudara saya. seperti biasa dan seperti pada umumnya, saat perbincangan antar keluarga semua orang sibuk menunjukkan kehebatan keluarga mereka. Mereka semua terbilang orang-orang sukses karena mereka bisa bekerja di bawah naungan pemerintah termasuk ayah saya dan anak-anak mereka yang bisa masuk sekolah negeri ter-favorite di Jakarta. Jika dibanding mereka saya bukanlah siapa-siapa, saya hanya butiran pasir yang tidak terlihat. Karena saya hanya bersekolah di Sekolah menengah pertama yang biasa-biasa saja dan saya tidak memiliki prestasi akademik maumpun non-akademik. Saat itu salah satu dari saudara ayah bertanya kepada saya “ingin melanjutkan sekolah dimana?” “punya rencana apa untuk masa depan?”. Saya hanya terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. saya sadar saat itu saya tidka memiliki rencana apapun untuk menata masa depan saya dan saya berniat untuk merencanakan semua mimpi saya.

Saya adalah anak pertama di dalam keluarga dan saya adalah perempuan. Banyak orang mengatakan bahwa anak perempuan tidak boleh melewati batasan mereka. Tetapi, saya ingin menjadi anak pertama yang membanggakan dan anak perempuan yang sukses seperti Ratu Myeongseong. Banyak rencana yang saya buat tetapi ada satu rencana yang saya pilih dan akan saya lakukan.

Saya ingin masuk ke sekolah negeri berstandar international dan bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Saya mencari SMA yang sesuai kemampuan saya dan saya menemukan salah satu sekolah yang sudah saya sukai. Nilai rata-ratanya lumayan tinggi dan saya tidak yakin apakah saya bisa. Tetapi saat itu tekad dan mimpi saya terlalu kuat untuk anak berumur 14 tahun.saya tetap melanjutkan mimpi saya dan mencoba berusaha untuk belajar semampu saya.

Saya seperti mendapatkan jiwa lain dalam diri saya, jiwa yang penuh semangat dan berapi-api. Saya merasa bahwa saya akan bisa melalui itu semua dan saya mulai menanamkan motto yang sampai detik ini masih saya tanam yaitu “Dreams Come True” dan seorang Xayolparast yang diambil dari bahasa uzbekhistan yang berarti pemimpi.

Terkadang kita perlu bantuan orang lain untuk dapat mengetahui siapa diri kita sebenarnya dan bisa menentukan langkah apa yang akan kita ambil nantinya. Biarkan ucapan negative orang sekitar menyerang dirimu, katakana pada dirimu bahwa engkau tidak akan akan membalas mereka, tetapi engkau akan membuat kata negative itu menjadi motivasi kalian untuk terus melangkan kedepan dan membuktikkan bahwa kalian layak dan pantas menjadi pemenang- harareveuse.

Comments

Popular posts from this blog

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha. Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perh...

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Prince and Fox

It was tuesday with blue skies and happy cloud showing themselves in joy. I was just trying to do my routine day as usual, but the sparkling joy come in the middle of the day. I was in a hurry with my prince and fox when I saw the bus. In my head I tought, I ran to the bus, but I never knew that the universe meant running to you. When we were in line, you got the call from Ali and your gentle voice sounded like music in my ear. Is she your girl? Have you had a someone? Even now, I still wonder before sleep. I stood beside you, The bus was full but it felt like they left space for us. I looked at your face by pretending to look outside the bus. I always fascinate by your affection. I just wanted to say that you suit that brown leader uniform. We held the bus holder like we hold our hopes. In the silence, you showed me your basketball on purple camera to adore me, but I've been since we met. I kept talking with myself but in my defense I just wanted to start a conversation with you. ...