Tahun 2014
adalah tahun dimana saya memasuki dunia menuju remaja. Sejujurunya, saya tidak
ingat secara pasti tentang kenangan 2014, tetapi ada kisah yang ingin saya
ceritakan supaya saya bisa mengingatnya hingga tua nanti.
Furui Omeide merupakan Bahasa Jepang yang
memiliki arti kenangan lama.
Sekolah
sudah selesai sejak pukul 16.00, para kawan juga sudah pergi meninggalkan
tempat tersebut. dipinggir jalan, saat itu saya merasa kesepian dan ketakutan
karena saya tinggal seorang diri disana. Saya melihat banyak sekali hal pada
saat itu. ada orang yang sedang mengumpulkan barang bekas untuk mengumpulkan
pundi uang, ada orang yang sedang bahagia, ada pekerja yang sedang melajukan
motornya dengan cepat untuk bisa bertemu dengan keluarga dirumah. Terlinntas
dipikiran saya, ingin jadi seperti apa hidup saya nanti. pertanyaan aneh yang
tiba-tiba muncul dibenak anak kelas 2 Sekolah menengah pertama. Apa saya bisa
sukses seperti apa yang saya impikan? Atau saya engalami masa sulit karena harus
mencari jati diri? Atau saya akan gagal? Saya membayangkan semua
kemungkinan-kemungkinan tersebut. entah kenapa saya seperti diperlihatkan
tentang masa depan. Jalan apa yang akan saya ambil nantinya seprti jalan yang
bercabang, jalan yang saya ambil nantinya akan menentukan nasib saya
kedepannya.
Saya
bukanlah orang yang pintar tetapi saya bisa memahami materi yang tidak begitu
sulit. Saya juga bukan orang yang selalu beruntung karena pada saat itu, saya
harus dihadapi dengan kegagalan pertama karena gagal masuk Sekolah Menengah
Pertama impian saya pada saat itu. saya merasa khawatir karena saya sudah
merasakan kegagalan. Tak terasa rintik air dari langit mulai menampakkan
dirinya secara perlahan. Saya mulai mencari tempat berteduh diiringi perasaan
kesal karena seseorang tersebut tidak kunjung datang. Hujan menumpahkan airnya
dengan sangat deras, tak terasa dua jam saya telah berdiri di tempat yang
sama untuk tetap menunggu seseorang.
Saya menunggu diselimuti rasa kecemasan yang tinggi. Ditambah suasana hujan
serta seseorang yang tidak kunjung datang membuat saya semakin gugup dan tidak
tahu harus berbuat apa. Pikiran negative mulai muncul kedalam diri saya. apakah
seseorang itu tidak ingat dengan saya, apakah seseorang tersebut membeci saya,
atau apakah seseorang tersebut tidak ingin bertemu dengan saya. saya mulai
menyalahkan orang lain dan diri sendiri, saya juga gugup akan masa depan saya,
yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan pada saat itu.
Air sudah
mulai menggenang dan hujan tidak kunjung berhenti. Tak terasa waktu sudah
berlalu cukup lama, namun saya masih tetap disana. Saya sudah benar-benar
pasrah dan siap menjalani kemungkinan terburuk dalam hidup saya pada saat itu,
seperti berjalan kaki karena uang saya sudah habis tak tersisa. Jika berjalan
kaki saya harus menempuh jarak 20km, dan tidak lupa dengan resiko buku saya
yang akan kebasahan. Dengan pertimbangan panjang saya tetap menunggu. Saat itu
saya juga tidak menggunakan ponsel karena tidak diizinkan jadi saya hanya
berdoa dan menunggu datangnya kejaiban. Saya hampir menangis dan sudah tidak
tahan kurag lebih sudah 3 jam saya menunggu disana tanpa tahu apapun, langit
sudah mulai gelap dan air sudah menggenang. Saat saya siap mengambil semua
resiko, tiba-tiba saya mendapatkan sebuah keajaiban. Seseorang yang selama 3
jam saya tunggu akhirnya menampakkan dirinya. Dia adalah ayah saya. sepulang
bekerja ayah saya memang selalu datang dan menjemput saya pada saat itu. semua
perasaan kesal, sedih tiba-tiba saja menghilang digantikan perasaan senang yang
bukan main.
Saat itu
saya belum paham apa pelajaran yang harus saya ambil pada hari itu namun
sekarang saya paham. Tuhan atau Allah tidak akan pernah membiarkan kita
sendiri. Tidak perduli jalan apapun yang akan saya ambil nantinya Allah pasti
sudah merencanakan itu semua. Kejaiban pasti ada bagi orang yang mau bersabar.
Untuk
kesuksesan, tidak ada yang bisa sukses tanpa mengalami rasa sakit. Kegagalan
adalah hal yang biasa, lebih baik mencoba daripada menyesal nantinya. Daripada
pusing memikirkan kehidupan masa depan lebih baik kita menikmati proses
kehidupan yang kita jalani sekarang.
Persiapkan
masa depan-mu sedini mungkin dan jangan lupa untuk tetap berusaha. Saat engkau
merasa takut dan gagal, saat engkau tidak tahu harus berbuat apa pertolongan
pasti akan datang disaat yang tepat. Jika sekarang engkau mendapatkan kesulitan
atau harus dihapkan dengan kegagalan, kebahagiaan pasti akan datang dan semua
rasa sakit itu akan tergantikan menjandi rasa bahagia yang tiada habisnya.-
harareveuse
Ini adalah
kisah saya di bagian Furui Omeide semoga kalian bisa menikmati dan mendapatkan
pesan dari cerita yang saya bagikan. Tidak ada niatan apapun ketika saya
menulis tulisan ini saya hanya ingin membagikan kisah saya dan mengingatnya
untuk di hari tua nanti
Comments
Post a Comment