Skip to main content

Lumea Antares

Hi Antares saat ini sudah tiga hari aku tidak melihat sinarmu secara langsung. Selama perjalanan pulang aku ditemani oleh teman bintangmu yang menyinari perjalananku. Apa kabarmu? Di malam hari ini sambil menatap bintang aku kembali teringat dengan sinarmu dan aku malu untuk mengakuinya tapi aku merindukanmu malam ini.

Saat kita bertemu pertama kali, aku terlalu gugup dan semua itu tiba-tiba hilang saat kau akhirnya datang bersama spica dan icon bintang yang lain. Cahaya mu sama seperti yang aku lihat dari jauh, kau tampak bersinar dan aku hanya bisa terpesona dengan cahayamu. Sama seperti sebelumnya, meskipun bintang-bintang lain tampak begitu indah aku hanya terpaku dengan cahayamu. Antares tampak sangat berkilau dengan seragam putih yang kau gunakan bersama timmu. Bahkan saat pengawas mencoba untuk mengabadikan moment aku tidak bisa melihat kearah sinar lampu karena aku hanya terpaku olehmu dan setelah melihat hasilnya aku jadi sedikit malu. Saat pertandingan dimulai kau mencoba untuk menampilkan sinar terbaikmu dan kau berhasil. Orang asing yang melihatmu berkata jika kau sangat keren!

Setelah pertemuan pertama aku terus melihatmu dan sejujurnya aku agak sedikit merasa kecewa karena waktu begitu cepat berlalu. Saat perjalanan pulang aku hanya bisa mengingat sinarmu. Waktu adalah jarak yang paling menyeramkan pada saat itu, aku berharap bisa melihatmu secepatnya.

Aku bukanlah penggali emas seperti yang lain dan aku tidak ingin dikenal olehmu karena sebagai seseorang penggali emas. Aku ingin Antares bisa melihatku sebagai sebuah rumah, oleh karena itu aku tidak akan ingin mendapatkan atensi penggali emas yang orang lain lakukan pada Antares.

Waktu dan jarak mencoba untuk memisahkan kita meskipun cepat rasanya seperti aku tidak sabar dan terus menghitung menit yang tersisa. Di hari kedua cahayamu masih sama bersinar dan warna merah pada seragam yang kau gunakan sangat cocok bersanding dengan cahayamu. Aku berada di depanmu dan aku tidak tahu apakah kau melihatku. Tapi satuhal yang pasti kini Antares bisa mengenaliku. Saat itu aku berdoa agar semesta memberikanku waktu yang lebih agar aku bisa bersamanya dan melihat sinarnya. Aku berterima kasih karena semesta kembali mewujudkan harapanku dan aku bisa melihat Antares lebih lama. Setelah melihat Antares aku melihat pengikutnya, mereka sama indahnya dengan Antares dan aku merasa sedikit tidak percaya diri apakah Antares akan mengenaliku?

Hari ketiga saat aku bertemu Antares, aku tidak bisa melihatnya dari dekat jadi aku memutuskan untuk melihatnya dari jauh saat itu. Antares bermain dengan sepenuh jiwa dan raganya. Antares mengeluarkan seluruh kekuatannya dan aku merekam semua sorakan hiruk piruk penonton merasakan kekaguman saat menyaksikannya. Antares sekali lagi memikul beban yang sangat berat. Semua ekpestasi ada di genggamannya dan dia gagal mendapatkan apa yang telah dia perjuangkan. Raut wajahnya terlihat berubah itu pertama kalinya aku melihat sinar Antares yang mulai meredup. Antares pergi secepat kilat dan aku mencoba yang terbaik agar bisa menghiburnya dan menjadi rumah untuknya. Aku bisa melihat Antares yang terlihat sedih, tetapi aku tidak bisa menjadi rumah disaat dia sedih jadi saat pejalanan pulang hanya ada kesedihan yang mengikuti hingga terlelap sebelum pertemuan terakhir di Dunia Antares.

Pertemuan terakhir dengan Antares adalah kejadian yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Aku harus berjuang dan mengerahkan tenaga serta harapan terakhir ku untuk bertemu dengannya. Semesta kembali mendengar doaku dan aku bisa mendapatkan tempat yang akan membuatku merasa lebih dekat dengan Antares. Saat senja mulai menunjukkan sinarnya aku telah bersiap menuju dunia Antares. Aku telah tiba sebelum Antares tiba dan akhirnya aku bisa melihat sinar Antares. Lagu Enchanted yang diputar seperti melambangkan perasaanku kepada Antares, harapanku satu Antares aku ingin mengenalmu lebih dekat. Antares mencoba berlatih dan secara tidak sengaja melemparkan boomerangnya kearahku dan aku sedikit terkejut. Antares tidak bermain dengan ambisi kali ini dia mencoba untuk melakukan yang terbaik.

Saat Antares berpindah ketempat dimana aku berada dan memulai pertandingan aku merasa gugup karena tidak pernah merasakan cahayanya yang begitu dekat denganku. Saat Antares berlari untuk melakukan sesuatu dan melewatiku aku merasa dunia seperti bergerak lambat dan aku hanya bisa memperhatikan pesonanya yang begitu memikat. Saat dia kembali dari arah berlawanan dan menuju kearahku aku merasa sangat bahagia dan pertandingan dimulai. Saat temannya berhasil meraih kemenangan aku mengapalkan tanganku untuk memberi dukungan dan Antares juga melakukan hal yang sama dan aku sedikit terkejut, kenapa dia mengikuti hal yang aku lakukan? Lalu aku mencoba untuk bertepuk saat temanya berhasil membuat kemanangan dan dia kembali mengikuti ku menepuk tangannya untuk memberikan semangatm apakah aku bermimpi? 

Saat Antares gagal untuk menekan lawan aku mencoba untuk menampilkan raut wajah yang menenangkannya. Apakah Antares kini mengenaliku?

Tim Antares kembali gagal melawan tim juara bertahan, tetapi aku tidak melihat kesedihan di sinar Antares. Antares terlihat baik-baik saja, namun sedikit kesakitan karena terus memegang bagian belakang punggungnya. Antares pergi terlebih dahulu untuk mendapatkan beberapa pertanyaan dari rekannya. Sebelum punggungnya benar-benar menghilang dari pandanganku, Antares sempat berbalik untuk menunjukkan wajahnya seperti salam perpisahan? Setelah itu punggungnya dan bayangannya mulai menghilang dari pandanganku.

Antares dan Timnya kembali terlebih dahulu, meninggalkanku dan kenangan yang telah dia berikan kepadaku. Malam hari Antares tidak membiarkanku untuk pulang seorang diri oleh karena itu Antares mengerahkan seluruh bintang untuk menemaniku agar aku tidak merasa sendiri. Melalui jendala aku bisa melihat teman-teman Antares yang datang untuk menemaniku hingga aku kembali ketempat dimana seharusnya aku bediri saat ini.

Hai Antares, langit malam ini sangat indah bagaimana dengan langitmu?

Setelah mengudara dan pergi menuju langitmu aku semakin merindukanmu, apakah boleh aku terus merindukanmu dan menyebut namamu hingga kau datang kepadaku sebagai tempat untuk pulang?

Mungkin aku terlalu berharap, tetapi dibawah sini aku akan terus berusaha untuk mendapatkan tempat spesial di langitmu dan aku tidak pernah ingin menjadi penggali emas, tetapi aku ingin menjadi rumahmu.

Terima kasih Antares

-Reveuse-

Comments

Popular posts from this blog

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha. Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perh...

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Prince and Fox

It was tuesday with blue skies and happy cloud showing themselves in joy. I was just trying to do my routine day as usual, but the sparkling joy come in the middle of the day. I was in a hurry with my prince and fox when I saw the bus. In my head I tought, I ran to the bus, but I never knew that the universe meant running to you. When we were in line, you got the call from Ali and your gentle voice sounded like music in my ear. Is she your girl? Have you had a someone? Even now, I still wonder before sleep. I stood beside you, The bus was full but it felt like they left space for us. I looked at your face by pretending to look outside the bus. I always fascinate by your affection. I just wanted to say that you suit that brown leader uniform. We held the bus holder like we hold our hopes. In the silence, you showed me your basketball on purple camera to adore me, but I've been since we met. I kept talking with myself but in my defense I just wanted to start a conversation with you. ...