Skip to main content

Hello Future

Indonesian people are currently experiencing an economic downturn due to Covid-19. Many of them have had to lose their livelihoods. I'm worried because most of Indonesia's populations are lower-middle class. Many parents are unable to support their children's lives because at this time they may be fired or have no income at all. Many souls have to suffer in order to survive. The government imposed restrictions for 6 weeks. in 6 weeks maybe we can reduce the number of covid but we still increase the death rate, not because of Covid-19 but because we can't survive during the pandemic. Apart from this article, I can only help with prayers and hope that this situation will be under control soon and we can return to do our activities as before. Hello future we are waiting for you at this time.

Comments

Popular posts from this blog

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha. Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perh...

How did it End? (2024)

If there’s one word to describe 2024 for me, it’s lessons. The year began in a whirlwind of busyness as I raced to meet my target of graduating in January. I had moments of doubt— Can I really do this? —especially as I faced a crossroad between two big decisions that would shape where I stand today. My heart told me to push forward, but my mind and ego whispered, Stop. Take a break. Chill out—what’s the rush? The choice was clear yet heavy: should I work twice as hard to graduate early, or take it slow and graduate on time? Deep down, graduating early had always been part of my plan. After all, I had already “taken it slow” by deciding to take a gap year after high school. That decision wasn’t well-received by my extended family. As the grandchild in my grandmother’s family, I was criticized for “wasting time.” I grew up in an environment where everything was expected to move fast—success, achievements, milestones—all aligned with societal standards. Education was no exception. In my...