Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2020

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Xayolparast (2015)

  Saat saya menulis blog ini saya mendengarkan lagu Gotta Be a Reason by Alec Benjamin. Sudah sejak lama saya sangat menyukai Alec Benjamin, pertama kali saya mendengar lagunya yang berjudul If we Have Each other saya langsung jatuh hati dengan suaranya, liriknya yang memberi motivasi dan lagu-langunya yang sangat-sangat inspiratif. Lelaki ini berhasil membuat saya jatuh hati dengan suaranya dan merasa kagum kepadanya   karena bisa membuat lagu inspiratif dan memiliki melodi yang sangat indah. Alec Benjamin saya adalah fans berat anda. Saya tahu anda tidak mungkin melihat ini, tetapi jika anda lihat izinkan saya mengatakan hal ini. ANDA LUAR BIASA DAN SANGAT HEBAT!!! Dalam Xayolparast saya akan membagikan sebuah kisah saya tentang rencana yang saya buat untuk menata masa depan, dan saat iu saya menyadari bahwa saya adalah seorang Xayolparast. Saat itu saya sedang berada di rumah nenek saya. saya bertemu keluarga besar serta saudara-saudara saya. seperti biasa dan seperti p...

Furui Omoide (2014)

Tahun 2014 adalah tahun dimana saya memasuki dunia menuju remaja. Sejujurunya, saya tidak ingat secara pasti tentang kenangan 2014, tetapi ada kisah yang ingin saya ceritakan supaya saya bisa mengingatnya hingga tua nanti. Furui Omeide merupakan Bahasa Jepang yang memiliki arti kenangan lama. Sekolah sudah selesai sejak pukul 16.00, para kawan juga sudah pergi meninggalkan tempat tersebut. dipinggir jalan, saat itu saya merasa kesepian dan ketakutan karena saya tinggal seorang diri disana. Saya melihat banyak sekali hal pada saat itu. ada orang yang sedang mengumpulkan barang bekas untuk mengumpulkan pundi uang, ada orang yang sedang bahagia, ada pekerja yang sedang melajukan motornya dengan cepat untuk bisa bertemu dengan keluarga dirumah. Terlinntas dipikiran saya, ingin jadi seperti apa hidup saya nanti. pertanyaan aneh yang tiba-tiba muncul dibenak anak kelas 2 Sekolah menengah pertama. Apa saya bisa sukses seperti apa yang saya impikan? Atau saya engalami masa sulit karena har...