Skip to main content

Perjalanan Pertama

Saat kita memulai perjalanan hidup, itu berarti kita sudah siap berkelana menghadapi rintangan hidup. Mencari jalan yang terbaik, tersesat di pertengahan jalan. Tetapi itu adalah hal yang membuat kehidupan semakin menarik.

Hal itu yang sedang saya rasakan sekarang. Diperjalanan pertama ini, saya akan menggembara mencari jalan menuju akhir dari kehidupan. Saya harap semua orang nantinya bisa mendapatkan akhir kehidupan yang bahagia.

Comments

Popular posts from this blog

Vakinn af Draumi (2016)

Irama lagu yang menemani saya saat ini bersama dengan rintikan hujan mengingatkan saya tentang potongan kisah yang terjadi saat itu. “With nonsensical words, you grab and push me” potongan lirik yang menyimpulkan kisah saya selama tahun 2016. Tahun 2016 adalah   awal mula seorang pemimpi harus ditampar realita yang menyakitkan. Proses yang menyakitkan dan ekspetasi yang berlebihan membuat kenyataan tersebut terasa seperti mimpi. Melalui Vakinn af draumi saya ingin membagikan perjuangan sang pemimpi yang tidak mudah tetapi tidak ingin berhenti. “Ekspetasi berawal dari mimpi” tetapi ada pertanyaan yang masih membuat saya kebingungan hingga saat ini, darimana mimpi saya berasal? Mengapa saya ingin melakukan itu? kenapa saya harus menyakiti diri sendiri untuk mimpi saya? kenapa saya harus memiliki mimpi?. Semua pertanyaan tersebut hingga detik ini belum memiliki jawaban. Anehnya, saya merasa harus mencari semua jawaban tersebut dengan melanjutkkan mimpi saya. saat itu semua orang ...

Favorite Moment (2016-2017)

Saat ini saya akan menceritakan Favorite moment atau kisah menarik yang terjadi saat 2016-2017 cerita ini saya putuskan untuk di publikasi karena saya hanya ingin memgingatnya ketika saya tua nanti bahwa saya pernah memilki orang yang saya sukai hahahha. Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya berada di SMA. Pengalaman menarik terus bermunculan sifat dan karakter semua teman sudah jelas terbaca, banyak yang mengatakan di kelas 2 SMA seharusnya kita merasakan cintanya anak SMA. Jujur kehidupan SMA saya tidak ada yang spesial jika berbicara dengan konteks "Percintaan" saya tidak pernah berpacaran di masa SMA (bahkan hingga detik ini). tetapi jika merasakan jatuh hati oke saya mengakuinya... saya sempat tertarik dengan teman saya yang berbeda kelas. dia tidak tampan, tetapi sangat pandai bermain basket, dia juga sangat pintar dan menjadi anggota organisasi sekolah pada saat itu. Jika dibandingkan saya, dia dan saya bagaikan pohon dan butiran pasir di sebuah pantai. dia menarik perh...

How did it End? (2024)

If there’s one word to describe 2024 for me, it’s lessons. The year began in a whirlwind of busyness as I raced to meet my target of graduating in January. I had moments of doubt— Can I really do this? —especially as I faced a crossroad between two big decisions that would shape where I stand today. My heart told me to push forward, but my mind and ego whispered, Stop. Take a break. Chill out—what’s the rush? The choice was clear yet heavy: should I work twice as hard to graduate early, or take it slow and graduate on time? Deep down, graduating early had always been part of my plan. After all, I had already “taken it slow” by deciding to take a gap year after high school. That decision wasn’t well-received by my extended family. As the grandchild in my grandmother’s family, I was criticized for “wasting time.” I grew up in an environment where everything was expected to move fast—success, achievements, milestones—all aligned with societal standards. Education was no exception. In my...